MEMOMPA ASI DAN MENJAGANYA?? MUDAH SAJA BUNDA

October 27, 2015

Berikut ini adalah Cara dan Tips untuk mempompa ASI Bunda dengan mudah dan benar, Lihat yuk:

 

Sebelum Anda mulai memompa,

 

Pastikan untuk membaca instruksi manual untuk pompa payudara dan perlengkapan ASI yang akan Anda gunakan.

 

Pastikan juga untuk selalu mencuci dan membilas tangan Anda secara menyeluruh sebelum memegang setiap bagian bersih pompa, payudara Anda, atau botol susu atau wadah ASI. Botol ASI yang digunakan pada pompa ASI Bunda juga harus dipastikan sudah steril (direbus atau dikukus)[untuk cara membersihkan botol yang benar dapat dilihat pada article sebelumnya] sehingga aman untuk digunakan.

 

 

 

Berikut ini adalah beberapa tips umum untuk memompa ASI Bunda:

 

Anda dapat membasahi tepi flens (pinggiran) pompa ASI sebelum memompa jika Anda ingin membuat segel yang lebih baik pada payudara.

 

Beberapa ibu lebih memilih untuk menaruh terlebih dahulu alat pompa pada payudara dimana beberapa ibu lebih memilih untuk menyalakan pompa ASI kemudian baru memempatkannya pada payudaranya. Kedua cara ini sama-sama biaknya tergantung kebiasaan atau kenyamanan Bunda.

 

Jika pinggiran pompa (flens) rusak, maka daya hisap pompa ASI tidak dapat bekerja dengan baik. Maka dari itu, pastikan secara berkala bahwa flens alat pompa ASI tidak rusak. Lalu mulai memompa selama beberapa menit sebelum Bunda melihat aliran susu.

 

Jangan mengisi botol atau wadah ASI lebih dari dua-pertiga wadah tersebut untuk menghindari aliran kembali susu dan untuk memungkinkan ekspansi jika susu yang akan dibekukan. Jika Anda dengan mudah mengisi botol ASI dengan penuh, pastikan untuk memiliki tambahan botol atau wadah ASI. Jika bayi Anda membutuhkan lebih dari jumlah ASI dalam satu botol yang dipakai, Bunda mungkin perlu menyiapkan botol yang dapat menampung volume susu lebih banyak.

 

Ketika Bunda siap untuk berhenti memompa, gunakan jari bersih untuk menekan di atas payudara Anda tepat di atas pinggiran (flens) pompa ASI. Sehingga, dapat merengangkan tempelan pinggiran pompa terhadap payudara Bunda.. Jika susu telah terkumpul atau tergenang pada pinggiran pompa, miringkan sehingga susu yang dapat mengalir ke botol ASI. Kemudian mematikan pompa payudara. (Beberapa ibu mematikan pompa terlebih dahulu, dan kemudian membuka segel antara pinggiran pompa (flens) dan payudara.

 

 

Menyimpan ASI Anda:

 

Menyimpan ASI Anda dalam botol kaca atau botol plastik BPA-free dengan tutup yang ketat. Anda juga dapat menggunakan kantong ASI  yang dibuat untuk membekukan ASI.  Jangan menggunakan botol susu pakai atau kantong plastik lain untuk menyimpan ASI Bunda.

                                                               Kantong ASI Little Baby 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Botol ASI Kaca                                                    Botol ASI Plastik- Bebas BPA 

 

Setelah setiap memompa

 

Memberikan label tanggal pada wadah penyimpanan sangatlah penting. Jika Bunda pengguna kantong ASI, pastikan secara perlahan kumpulakan ASI yang tertinggal diatas wadah kantong ASI menjadi satu dengan ASI yang berada dibawah kantong.

 

Jangan mengguncang susu. Hal ini dapat menyebabkan beberapa bagian nutrisi penting susu menjadi hilang.

 

Dinginkan ASI yang sudah diberikan label.  Anda bisa menempatkannya di lemari es, menempatkannya di pendingin atau terisolasi pack dingin, atau membekukan dalam kecil (2 sampai 4 ons) untuk menyusui nanti.

 

Tips untuk membekukan ASI

 

Cobalah untuk meninggalkan satu inci atau pengisian ASI tidak melebih 2/3 wadah karena ASI akan mengembang saat membeku.

 

Bekukan ASI pada freezer, jangan meletakan ASI pada rak pintu freezer.

 

 

Tips untuk pencairan dan pemanasan ASI

Pertama, gunakan terlebih dahulu susu disimpan pada tanggal tertua atau pertama. Untuk beberapa Ibu, mereka memilih untuk tidak menghangatkan ASI mereka. Mereka memilih untuk mengambilnya dari kulkas lalu menaruhnya pada suhu kamar dan ASI ditunggu sampai mencair (jangan tinggalkan lebih dari 60 menit) dan beberapa ibu pun menjaikannya dingin.

 

Mencair botol atau kantong ASI beku

 

(1) mengambilnya dari freezer lalu menempatkan dalam kulkas semalaman, (2) dengan memegangnya di bawah air hangat, atau (3) dengan diletakan dalam wadah air hangat.

 

Jangan pernah menaruh botol atau kantong ASI dalam microwave. Microwave dapat merusak nutrisi pada ASI Bunda.

 

Aduk ASI yang sudah cair (pasitkan untuk tidak menguncang secara keras) dan ujilah suhu ASI dengan menjatuhkan beberapa tetes ASI pada pergelangan tangan Anda. Susu haruslah hangat dan nyaman, tidak panas.

 

Gunakan ASI yang sudah dicairkan dalam waktu 24 jam. Jangan membekukan lagi ASI yang sudah dicairkan.

 

 

Selanjutnya pada blog kami,  akan kami berikan informasi mengenai penyimpanan ASI yang baik untuk Bunda.

 

 

Referensi: http://www.womenshealth.gov/breastfeeding/pumping-and-breastmilk-storage.html; 

https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P02385

Please reload

Featured Posts

Nano Ice Gel Antibakteri- Aman dan Tahan Lama

August 3, 2015

1/2
Please reload

Recent Posts

March 14, 2016

February 19, 2016

February 3, 2016