Jangan Sampai Keliru dengan 7 Mitos dan Fakta Tentang Breastfeeding (Menyusui ASI)

December 22, 2015

 

Setiap negara mempunyai mitos-mitos seputar ASI dan ibu menyusui yang diragukan kebenarannya. Di Indonesia sendiri, banyak sekali pemahaman seputar breastfeeding yang keliru dan malah menyebabkan gagalnya memberikan full ASI pada sang buah hati. Hal ini tidak mengherankan karena di lingkungan masyarakat kita, pemahaman tentang ASI masih sangat minim. Apakah Anda pernah mendengar mitos-mitos seputar ASI berikut ini? Yuk, kita simak kebenarannya!

 

Mitos 1: Menyusui bayi membuat payudara ibu jadi kendur.

 

Fakta: Seringkali para ibu tidak mau menyusui karena takut payudara mengendur. Padahal, yang membuat payudara berubah bentuk atau mengendur adalah faktor kehamilan dan usia. Jadi, tidak ada hubungannya dengan aktivitas menyusui bayi. Jadi tidak perlu takut untuk memberikan ASI pada buah hati kita.

 

Mitos 2: Ukuran payudara yang kecil kurang bisa maksimal dalam memberikan ASI pada bayi.

 

Fakta: Besar kecilnya ukuran payudara berhubungan dengan jaringan lemak yang membentuk payudara tersebut, jadi, sama sekali tidak ada hubungannya dengan banyak sedikitnya produksi ASI. Bila ibu rajin memerah dan menghindari hal-hal yang bisa membuat stress, maka ASI pun bisa lancar diberikan pada bayi.

 

Mitos 3: ASI dari payudara di pagi hari harus diperah dan dibuang terlebih dahulu baru boleh menyusui bayi.

 

Fakta: ASI yang ada di dalam payudara ibu tidak pernah basi dan selalu dalam kondisi yang baik. Jadi, kapanpun dan dimanapun, ASI bisa selalu siap diberikan.

 

Mitos 4: Ibu yang sedang haid dilarang menyusui karena ASI-nya tidak segar.

 

Fakta: Haid tidak berhubungan dengan kualitas ASI namun karena faktor hormonal, haid bisa mempengaruhi banyak sedikitnya ASI yang diproduksi. Oleh karena itu, seringkali ibu yang sedang haid, mengalami penurunan produksi ASI – namun tidak perlu mengkhawatirkan kualitasnya.

 

Mitos 5: Ibu menyusui harus makan sayur agar bayi tidak sembelit.

 

Fakta: Bila ibu memakan sayuran dan buah-buahan, maka sang ibulah yang lancar buang air besar. ASI yang diproduksi tidak akan mempengaruhi sembelit tidaknya si bayi. Meski begitu, para ibu sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi agar kondisi kesehatan tetap terjaga, dan ASI menjadi lancar.

 

Mitos 6: Ibu yang sedang mengkonsumsi obat-obatan dari dokter dilarang menyusui.

 

Fakta: Saat ini ada banyak obat-obatan yang dikhususkan untuk ibu menyusui. Memang ada beberapa jenis obat yang tidak diperbolehkan saat ibu memberikan ASI pada bayi. Konsultasikan kepada dokter agar keamanan ASI terjamin saat menyusui.

 

Mitos 7: Ibu harus membersihkan puting sebelum menyusui bayi.

 

Fakta: Lain halnya dengan botol susu yang bisa terkontaminasi oleh bakteri – puting yang terus menerus dibersihkan malah mengurangi minyak alami dan menambah resiko puting lecet karena kering. Hal terpenting sebelum menyusui bayi adalah memastikan bahwa tangan sudah dicuci dengan sabun agar tidak menularkan penyakit atau virus pada bayi.

 

Please reload

Featured Posts

Nano Ice Gel Antibakteri- Aman dan Tahan Lama

August 3, 2015

1/2
Please reload

Recent Posts

March 14, 2016

February 19, 2016

February 3, 2016